MTsN 2 Tasikmalaya – Suasana GOR MTsN 2 Tasikmalaya sore itu tampak berbeda dari biasanya. Riuh suara bola dan semangat teriakan penyemangat terdengar saling bersahutan. Sebanyak kurang lebih 24 siswa, terdiri dari putra dan putri dari berbagai kelas, tampak berlatih dengan antusias dalam kegiatan ekstrakurikuler bola voli yang rutin digelar setiap pekan.
Kegiatan latihan dimulai sejak pukul 14.30 dan berlangsung hingga menjelang waktu Asar. Di bawah bimbingan pelatih sekaligus pembimbing ekstrakurikuler, Dudun Hermawan, para peserta tampak serius mengikuti setiap arahan. Mereka belajar berbagai teknik dasar mulai dari servis, passing, hingga smash dengan penuh semangat dan disiplin.Menurut Dudun Hermawan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik semata. Latihan voli menjadi ajang membentuk karakter, kerja sama, serta rasa tanggung jawab di antara para siswa. “Olahraga ini mengajarkan banyak hal, terutama disiplin dan kekompakan. Tim yang solid lahir dari latihan yang konsisten dan saling percaya,” ujarnya dengan nada penuh motivasi.
Setiap sesi latihan berlangsung dinamis dan menyenangkan. Para siswa saling memberi semangat dan berusaha menampilkan permainan terbaik mereka. Kadang terdengar tawa kecil saat bola meleset, namun hal itu justru menambah suasana latihan menjadi lebih akrab dan hangat.
Suasana di dalam GOR semakin hidup ketika latihan memasuki sesi permainan. Dua tim saling berhadapan dengan semangat tinggi, mempraktikkan teknik yang telah mereka pelajari. Pelatih sesekali memberikan arahan taktis dari pinggir lapangan, memastikan setiap peserta memahami peran dan posisinya.
Kegiatan ekstrakurikuler voli ini mendapat perhatian positif dari lingkungan madrasah. Pihak sekolah mendukung penuh kegiatan tersebut sebagai wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya di bidang olahraga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan karakter dan pembelajaran non-akademik yang berharga.Latihan rutin ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antar siswa. Mereka belajar saling menghargai, bekerja sama, dan memahami arti kebersamaan di dalam tim. Nilai-nilai inilah yang menjadikan kegiatan voli lebih dari sekadar latihan olahraga.
Setelah beberapa jam berlatih, kegiatan berakhir dengan evaluasi ringan dari pembimbing. Dudun memberikan masukan terkait teknik permainan dan sikap kerja sama tim yang perlu terus ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya latihan berkelanjutan agar kemampuan para peserta terus berkembang.
Sore pun mulai beranjak senja, dan perlahan lapangan kembali tenang. Namun, semangat para siswa tidak padam. Mereka tampak puas dengan hasil latihan hari itu, membawa pulang pengalaman baru yang menumbuhkan rasa percaya diri dan sportivitas.