MTsN 2 Tasikmalaya- Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 2 Tasikmalaya, Hasyim Ridwan, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi Waka Kurikulum MTsN dan MAN se-Jawa Barat yang berlangsung pada 29 April hingga 1 Mei 2026 di Bandung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan madrasah melalui pembelajaran yang lebih humanis, berkarakter, dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman.
Bimtek yang dilaksanakan selama tiga hari itu menghadirkan berbagai materi strategis terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan KBC, penguatan growth mindset, implementasi KMA 1503, hingga penyusunan perencanaan pembelajaran dan asesmen berbasis cinta. Selain itu, peserta juga dibimbing dalam penyusunan modul kokurikuler yang terintegrasi dengan penguatan karakter peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber dari Tim Penyusun KBC KSKK Kemenag RI menekankan bahwa pembelajaran di madrasah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membangun suasana belajar yang penuh kepedulian, penghargaan, dan keteladanan. Nilai cinta dalam pendidikan dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlakul karimah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, dalam arahannya menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah penting dalam menghadirkan pendidikan yang menyentuh aspek kemanusiaan dan spiritual peserta didik. Menurutnya, madrasah harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang moderat, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Barat, Usep Saepudin Muhtar, menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta akan mulai diterapkan secara menyeluruh pada tahun ajaran baru. Karena itu, seluruh wakil kepala madrasah bidang kurikulum diharapkan mampu mempersiapkan perencanaan pembelajaran secara matang dan terarah agar implementasinya berjalan optimal di masing-masing satuan pendidikan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga menyusun rencana tindak lanjut sebagai bentuk kesiapan penerapan KBC di madrasah masing-masing. Diskusi dan praktik penyusunan modul menjadi salah satu sesi yang mendapat perhatian besar karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini yang menuntut keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter siswa.
Keikutsertaan Wakamad Kurikulum MTsN 2 Tasikmalaya dalam kegiatan ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pengembangan sistem pembelajaran di madrasah. Dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, proses belajar mengajar diharapkan semakin bermakna, menyenangkan, dan mampu membentuk lingkungan pendidikan yang lebih ramah, inspiratif, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.