Tasikmalaya– Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tingkat Jawa Barat yang diikuti oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 2 Tasikmalaya, Hasim Ridwan, S.Ag., KKM MTsN 2 Tasikmalaya menggelar kegiatan Diseminasi Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen dan Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Madrasah se-KKM MTsN 2 Tasikmalaya pada Selasa, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di MTs Al Munawwaroh Cideres, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukaresik tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh kepala MTs yang berada di bawah naungan KKM MTsN 2 Tasikmalaya. Diseminasi ini menjadi langkah awal penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah menjelang tahun pelajaran 2026/2027.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Tasikmalaya sekaligus Ketua KKM MTs se-Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. R. Dadang Iskandar, M.M.Pd., menyampaikan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya sekadar perubahan administrasi pembelajaran, tetapi menjadi upaya menghadirkan pendidikan yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan dan pembentukan karakter peserta didik.
Ia menegaskan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, ramah, dan penuh keteladanan. Menurutnya, pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan tersebut, Hasim Ridwan, S.Ag. hadir sebagai pemateri utama dalam sesi bimbingan teknis. Ia memaparkan hasil bimtek yang sebelumnya diikuti, mulai dari kebijakan dasar Kurikulum Berbasis Cinta, implementasi pembelajaran humanis, integrasi nilai cinta dalam proses belajar mengajar, hingga penyusunan dokumen pembelajaran dan modul ajar berbasis KBC.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa penerapan KBC menekankan pentingnya hubungan yang baik antara guru dan peserta didik. Guru diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pembimbing yang mampu memahami kondisi siswa, membangun komunikasi positif, serta menciptakan suasana kelas yang aman dan menyenangkan.
Selain membahas integrasi KBC dalam pembelajaran, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai penyusunan modul ajar dan dokumen pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter, kepedulian, dan budaya positif madrasah. Para kepala madrasah tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi terkait penerapan KBC di lembaga masing-masing.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Beberapa peserta turut berbagi pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam membangun budaya belajar yang lebih humanis di madrasah. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaborasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan KKM MTsN 2 Tasikmalaya.
Harapannya, seluruh madrasah yang tergabung dalam KKM MTsN 2 Tasikmalaya semakin siap dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi antar madrasah, proses pembelajaran diharapkan mampu menghadirkan suasana pendidikan yang lebih hangat, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.