Sebagai lanjutan dari kegiatan diseminasi sebelumnya, KKM MTsN 2 Tasikmalaya kembali menggelar Diseminasi Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen dan Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi para Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTs swasta se-KKM pada 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti oleh sekitar 26 MTs swasta yang tergabung dalam KKM MTsN 2 Tasikmalaya. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang membahas implementasi pembelajaran berbasis cinta dan penguatan karakter dalam proses belajar mengajar.
Acara dibuka langsung oleh Kepala MTsN 2 Tasikmalaya sekaligus Ketua KKM MTs se-Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. R. Dadang Iskandar, M.M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membangun lingkungan belajar yang ramah, nyaman, dan penuh nilai kemanusiaan.
Pada kegiatan tersebut, Hasim Ridwan, S.Ag., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 2 Tasikmalaya hadir sebagai pemateri tunggal. Ia memberikan penguatan mengenai penyusunan dokumen pembelajaran, modul ajar, serta integrasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Berbeda dari kegiatan sebelumnya, diseminasi kali ini berlangsung lebih mendalam dengan fokus pada praktik penyusunan perangkat ajar dan implementasi nyata di masing-masing madrasah. Para peserta juga aktif berdiskusi terkait strategi penerapan KBC sesuai kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Pertukaran gagasan antarwaka kurikulum menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi dan kesiapan madrasah menghadapi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta pada tahun pelajaran mendatang.
Melalui kegiatan ini, KKM MTsN 2 Tasikmalaya berharap seluruh madrasah semakin siap menghadirkan pembelajaran yang humanis, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.