MTsN 2 Tasikmalaya- Rabu, 6 Mei 2026, suasana Aula GOR madrasah berubah drastis menjadi ruang penuh tawa dan energi. Dalam rangka Pekan Kokurikuler kelas IX, para siswa mengikuti kegiatan bertema “Melestarikan Permainan Tradisional” yang menghadirkan kembali permainan khas nusantara di tengah nuansa modern sekolah.
Sejak kegiatan dimulai, seluruh siswa tampak antusias mengikuti arahan dari para wali kelas IX yang turut membimbing jalannya kegiatan. Aula yang biasanya digunakan untuk kegiatan formal, hari ini dipenuhi keceriaan. Sorak sorai, gelak tawa, dan semangat kebersamaan terasa begitu hidup, menciptakan atmosfer yang hangat dan menyenangkan.
Permainan oray-orayan menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Para siswa berbaris panjang sambil berpegangan bahu, membentuk “ular” yang bergerak lincah mengikuti alunan lagu. Dua siswa bertugas sebagai penjaga gerbang yang siap “menangkap” pemain saat lagu berhenti. Momen ini selalu disambut dengan teriakan riuh dan tawa lepas, terutama saat teman mereka tertangkap dan harus bergabung dalam tim penjaga.
Tak kalah seru, permainan galah (gobak sodor) menghadirkan tantangan strategi dan kekompakan. Siswa dibagi menjadi dua kelompok, satu sebagai penjaga garis dan lainnya sebagai penyerang yang harus melewati setiap garis tanpa tersentuh. Ketegangan terasa saat pemain berusaha mencari celah, sementara penjaga sigap menghalau. Permainan ini benar-benar mengasah kerja sama tim sekaligus ketangkasan.
Di sudut lain aula, permainan congklak berlangsung lebih tenang namun tetap kompetitif. Para siswa duduk berhadapan, memindahkan biji congklak dengan penuh perhitungan. Meski tidak seramai permainan lainnya, suasana di area ini justru dipenuhi fokus dan strategi, diselingi canda ringan antar pemain.
Keceriaan siswa terlihat begitu alami. Banyak di antara mereka yang mengaku baru pertama kali memainkan permainan-permainan tradisional tersebut. Namun, justru di situlah letak keseruannya—belajar sambil bermain, mengenal budaya sambil tertawa bersama teman-teman.