MTsN 2 Tasikmalaya – Kegiatan pembiasaan salat Duha berjamaah menjadi salah satu program unggulan kokurikuler di MTsN 2 Tasikmalaya. Setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, siswa kelas VII mengikuti salat Duha bersama sebagai bentuk pembinaan karakter religius dan pembiasaan ibadah sejak dini. Kegiatan ini juga diisi dengan kultum inspiratif yang memberikan nasihat keislaman dan motivasi belajar kepada para siswa.
Kegiatan dipimpin oleh H. Beben Sya’bani, M.Pd selaku imam dan penceramah. Beliau menyampaikan kultum bertema “Menjaga Diri sebagai Umat Islam” dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh para siswa. Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa seorang muslim sejati memiliki ciri-ciri seperti berakhlak baik, jujur, menjaga lisan, disiplin beribadah, dan selalu berbuat kebaikan di mana pun berada.
Selain H. Beben, kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari Dra. Yayah Masriyah dan Trisnawati, S.Pd.I selaku guru pembimbing keagamaan. Mereka berperan memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan menjadi sarana pembentukan karakter spiritual bagi seluruh siswa kelas VII.
Kegiatan salat Duha dan kultum ini rutin dilaksanakan setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai di lingkungan MTsN 2 Tasikmalaya. Suasana khusyuk dan tertib terasa saat para siswa berwudu, melaksanakan salat berjamaah, dan mendengarkan kultum dengan penuh perhatian.
Program ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan ibadah, kedisiplinan, serta nilai-nilai akhlak mulia di kalangan peserta didik. Melalui kegiatan kokurikuler keagamaan ini, madrasah berharap dapat membentuk generasi muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlak karimah.
Pelaksanaan yang konsisten setiap pagi membuat siswa semakin terbiasa memulai hari dengan suasana spiritual yang menenangkan. Banyak di antara mereka mengaku merasa lebih fokus dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran setelah melaksanakan salat Duha berjamaah.
MTsN 2 Tasikmalaya terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak peserta didik yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual. Salat Duha bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi menjadi sumber keberkahan dan inspirasi dalam setiap langkah menuju hari belajar yang penuh makna.