MTsN 2 Tasikmalaya – Madrasah menyelenggarakan Acara Syukuran Gedung Baru dan Rajaban pada Sabtu, 10 Januari 2026 yang bertepatan dengan 21 Rajab 1447 H sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya fasilitas pendidikan sekaligus momentum penguatan spiritual dan karakter peserta didik. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni peresmian fisik bangunan, tetapi juga sebagai ikhtiar membangun kesadaran kolektif bahwa kemajuan sarana harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akhlak dan intelektual generasi muda.
Sejak pagi hari, seluruh siswa dan guru telah hadir di lingkungan madrasah dengan mengenakan busana putih, melambangkan kesucian niat dan kebersamaan dalam beribadah serta menuntut ilmu. Rangkaian acara diawali dengan ngadanan bangunan baru yang diikuti oleh siswa laki-laki dan para guru, sebagai simbol doa dan harapan agar gedung yang baru diresmikan menjadi ruang yang penuh keberkahan, keselamatan, dan kemanfaatan bagi seluruh civitas madrasah.
Setelah prosesi ngadanan, kegiatan dilanjutkan dengan salat dhuha berjamaah. Suasana khusyuk terasa kuat ketika seluruh peserta memanjatkan doa agar setiap aktivitas pembelajaran yang kelak berlangsung di gedung baru tersebut senantiasa berada dalam lindungan dan ridha Allah SWT. Salat dhuha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah sunnah, tetapi juga sebagai pendidikan spiritual agar siswa terbiasa mengawali aktivitas dengan penghambaan dan kesadaran ilahiah.
Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui pelaksanaan lomba tumpeng yang melibatkan seluruh kelas. Setiap kelompok menampilkan kreativitas dan kekompakan dalam menyajikan tumpeng terbaik, yang sekaligus menjadi media pembelajaran tentang kerja sama, estetika, dan nilai berbagi. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pengundian penghuni ruang kelas baru, sebuah momen yang disambut penuh antusias karena menandai dimulainya fase baru dalam proses belajar mengajar.
Puncak acara diisi dengan tausyiah dari KH. Mumuh Abdul Mu’ti yang mengangkat tema keteladanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi pembentukan karakter generasi pelajar. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan simbol visi besar, disiplin ibadah, dan transformasi diri, yang harus diteladani oleh generasi muda agar mampu melampaui keterbatasan dan menatap masa depan dengan optimisme.
Lebih lanjut, KH. Mumuh Abdul Mu’ti menekankan bahwa pelajar masa kini harus tampil sebagai generasi yang unggul, adaptif, dan berakhlak mulia. Perkembangan teknologi dan globalisasi tidak boleh menjauhkan siswa dari nilai-nilai keislaman dan jati diri, melainkan harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat literasi, kreativitas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan tuang sasaregan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Melalui kegiatan ini, madrasah meneguhkan komitmennya bahwa gedung baru bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat lahirnya generasi berilmu, beriman, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan keteladanan Rasulullah SAW.